Kau

“Kau dengan cahaya redup di tanganmu membekukan duniaku.. Lalu kembang api meledak di angkasa ketika kau tersenyum, waktu seakan melambat melawan jantungku yang malah berdetak cepat.

Terimakasih telah mengingatkanku lagi pada nikmatnya duduk terpekur di pelataran senja.. Terimakasih telah menuntunku untuk tersenyum ketika beranjak tidur.

Kita biarlah sesederhana ini, tanpa drama, tanpa banyak kata. Dan jika kata sayang terlalu berlebihan, biarkan aku jadi orang yang menjagamu ketika kau rapuh dan menarikmu turun ketika kau terlalu angkuh.” – Fiersa Besari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s